LIRIK BATANG HARI SEMBILAN : Selamat Tahun Baru 2010

OLEH : AMININ TRIO AMIGO
IRAMA : Gitar Tunggal
VOKAL : SHINTA NOVITA
GITARIS : ALFIAN TIGA SERANGKAI


SELAMAT DATANG 2X DI KOTA SEKAYU 2X
KOTA RANDIK 2X DI PINGGIR MUSI
IKAK NDAK DATANG 2X TAUN BARU 2X
PAYUH LAH KITEK 2X MENGIBUR ATI

DI PINGGIR MUSI 2X TEPIAN MANDI 2X
JALANLAH BALIK 2X DITENGAH KAMPUNG
MENGIBUR ATI 2X MON ADE KANTI 2X
AMON LAH IDAK 2X JADI SAMULUNG

MIKAK DAK MANDI 2X LAGI DI MUSI 2X
SOMOR KU ADE 2X DI BURI DAPO
TUNTUTLAH KANTI 2X YANG SAME SA-ATI 2X
SRASAN SAKATE 2X SAME LAH CINTO

DIPINGGIR JALAN 2X BABARES KEMBANG 2X
KEMBANG MELATI 2X KEMBANG SEPATU
SLAMAT JALAN 2X TAMU YANG DATANG 2X
JANGAN NGA LALI 2X DI KOTA SEKAYU

DULUNYE KELAM 2X MIKAK LAH TERANG 2X
OLEH DIPASANG 2X BAGHE BAGANTUNG
SIANG NGEN MALAM 2X SAME TAKENANG 2X
TABANG – BAYANG 2X DAK PACAK URUNG

MALAM IKAK 2X MALAM LAH JEMAT 2X
ISUK LAH MALAM 2X MALAM LAH SABTU
KAMI IKAK 2X CUMA MENGINGAT 2X
NGUCAP KE SALAM 2X NGEN TAUN BARU

LIRIK BATANG HARI SEMBILAN : Selamat Tahun Baru 2010

OLEH : AMININ TRIO AMIGO
IRAMA : Gitar Tunggal
VOKAL : SHINTA NOVITA
GITARIS : ALFIAN TIGA SERANGKAI


SELAMAT DATANG 2X DI KOTA SEKAYU 2X
KOTA RANDIK 2X DI PINGGIR MUSI
IKAK NDAK DATANG 2X TAUN BARU 2X
PAYUH LAH KITEK 2X MENGIBUR ATI

DI PINGGIR MUSI 2X TEPIAN MANDI 2X
JALANLAH BALIK 2X DITENGAH KAMPUNG
MENGIBUR ATI 2X MON ADE KANTI 2X
AMON LAH IDAK 2X JADI SAMULUNG

MIKAK DAK MANDI 2X LAGI DI MUSI 2X
SOMOR KU ADE 2X DI BURI DAPO
TUNTUTLAH KANTI 2X YANG SAME SA-ATI 2X
SRASAN SAKATE 2X SAME LAH CINTO

DIPINGGIR JALAN 2X BABARES KEMBANG 2X
KEMBANG MELATI 2X KEMBANG SEPATU
SLAMAT JALAN 2X TAMU YANG DATANG 2X
JANGAN NGA LALI 2X DI KOTA SEKAYU

DULUNYE KELAM 2X MIKAK LAH TERANG 2X
OLEH DIPASANG 2X BAGHE BAGANTUNG
SIANG NGEN MALAM 2X SAME TAKENANG 2X
TABANG – BAYANG 2X DAK PACAK URUNG

MALAM IKAK 2X MALAM LAH JEMAT 2X
ISUK LAH MALAM 2X MALAM LAH SABTU
KAMI IKAK 2X CUMA MENGINGAT 2X
NGUCAP KE SALAM 2X NGEN TAUN BARU

Tari Setabik(Tari Tradisional Kab.MUBA)

1. Bentuk dan Jenis Tari


Tari Setabik dapat digolongkan kepada tari tradisional, apabila dilihat dari segi karakter (sifat), segi penyajian, tata rias, tata busana dan musik pengiring .

Tari Setabik merupakan rangkaian upacara penerimaan tamu agung di Kabupaten Musi Banyuasin. Tari Setabik telah ada di Kabupaten Musi Banyuasin cukup lama, yaitu sejak zaman penjajahan Belanda. Ini dapat dilihat dari nama tari tersebut yaitu Setabik. Setabik berasal dari dari kata tabik (tabe, artinya menghormat, atau penghormatan). Kemudian nama tersebut beradaptasi dengan daerah setempat menjadi setabik. Dari asal kata itulah kemudian terbentuk sebuah tarian daerah yang bersifat penghormatan kepada tamu¬tamu (Pemerintah dan pemuka adat) yang datang ke Musi Banyuasin (MUBA). Salah satu ciri tari Setabik tersebut ada gerakan menghormat (tabik).

Dari sisi penyajian, umumnya tari-tari penyambutan yang tersebar di Sumatera Selatan semuanya sama, yaitu dilakukan pada waktu menghormati kedatangan tamu. Penari terdiri dari 7 atau 9 orang, lalu ditambah dengan 2 orang pemegang tombak dan satu orang pemegang payung. Khusus tari Setabik berjumlah 10 orang, yang terdiri dari 7 penari wanita, 2 orang penari pria, pembawa tombak dan lorang pria lagi membawa payung.

2. Fungsi Tari

Fungsi utama dari tari Setabik adalah untuk mengiringi upacara adat penerimaan tamu, namun pada akhir-akhir ini telah banyak ditarikan dalam berbagai kegiatan pagelaran selaku seni pertunjukan dan acara perkawinan.

Zaman dulu para penarinya dipilih dari para remaja dari warga masyarakat yang mempunyai kedudukan tinggi, sehingga bagi yang terpilih untuk membawakan tari Setabik ini merupakan suatu kebanggaan. Zaman sekarang telah terbuka kemungkinan bagi siapa saja dapat membawa tari ini.

Jumlah penari Setabik ada 10 orang terdiri dari :

2 orang sebagai dayang
4 orang penari pengiring
2 orang pembawa tombak (pria)
1 orang pembawa payung (pria)

3. Ragam Gerak Tari

Seperti halnya dengan tari-tarian lainnya di Sumatera Selatan, tari Setabik ini pun belum mempunyai nama-nama gerak tari yang khusus. Gerakan tari pada tari Setabik sangat sederhana, seolah mengulang gerak yang itu-itu juga dengan banyak mempergunakan pola lantai.

Garis besar gerak tari adalah:

Gerak kecubung
Gerak sembah
Gerak lambaian ke bawah
Gerak lambaian ke atas
Gerak menyilakan : Tangan kiri dipinggang, tangan kanan menyilakan, badan direndahkan dan kaki disilangkan.
Gerak memutar: Ke arah kiri
Gerak memberi hormat atau memberi tabik : Tangan kiri di pinggang, tangan kanan memberi hormat, bahu direndahkan dan kaki menyilang.
Gerak menyilangkan duduk
Gerak mengajak berjoget: Tangan di pinggang, Kaki kiri diangkat sedikit, kepala menggeleng.

4. Pola Lantai

Tari Setabik dalam kapasitasnya untuk upacara penyambutan tamu menggunakan pentas, atau lantai yang hanya dapat disaksikan dari arah depan saja yaitu arah duduknya tamu yang akan disambut. Titik pusat pentas, diarahkan kepada penari pembawa Tepak sebagai primadonanya.

Pola lantai pada waktu memasuki pentas, para penari berjejer berdampingan 5 orang di depan dan 5 orang lainnya di belakang, dengan susunan penari sebagai berikut:
Primadona pembawa Tepa pada barisan depan didampingi oleh penari pengiring 2 orang di kiri dan 2 orang di kanan. Di barisan belakang adalah pembawa tombak, dayang dan pembawa payung.

5. Busana dan Properti

Busana yang dipakai dalam tari Setabik ini adalah baju kurung bertabur dan kain Songket untuk wanita, dan baju Teluk Belango serta kain Songket setengah tiang untuk penari prianya.

Busana dan aksesoris penari wanita adalah :
• Baju kurung dengan mainan kantil 12 warna
• Kain songket
• Teratai berbentuk panjang pada bagian depan.
• Hiasan kepala:

Tajuk kembang 3 rangkai
Tampung (daun pandan)
Gandik
Anting
Tebeng (Hiasan telinga)
Sanggul Petek
Kembang Rumpai
• Hiasan tangan:

Kecak
Bahu
Gelang
Tanggai
Cincin kenanga sekelopak 10 jari
• Pending
• Kalung ringgit 9 biji berantai manik 3 warna.
• Gelang kaki 2 buah untuk penari pembawa Tepa dan penari wanita lainnya bergelang kaki sebelah

Busana dan Aksesori Penari Pria :
• Baju Teluk Belango warna merah hati
• Kain Songket (khusus untuk pria) setengah tiang
• Pending (khusus untuk pria)
• Tanjak Songket

Properti pada tari Setabik adalah:
1. Tepak menggambarkan penghormatan
2. Meja tepa untuk meletakkan tepa
3. Payung sebagai tanda kebesaran yang disebut payung kebesaran
4. Tombak sebagai lambang keperwiraan

Musik Pengiring

Musik Pengiring Tari Setabik ini adalah musik daerah yang terdiri dari : Gong, Kendang, Ketipung, Kenong. Dalam perkembangannya musik pengirin tari ini sekarang terdiri dari : Biola, Accordeon, Saksopon, Gendang, Gong, dan Cymbal.

LAGU PENGIRING TARI SETABIK

SETABIK
Birama: 4/4 Lagu/Syair : NN
Slow

Stabik kurincang
Pake runggu runggu kursi
Tiangnye gadeng, tiangnye gadeng

Rebak remas campuran entan
Setabik Pasirah pare ni waten
Pare ni waten

Ketip mudin lebeh penghulu
Sidang kate lengges sederet
Lengges sederet

Bidadari tetap sekampung
Hulu lah balang didanau cala
Di Danau cala

Senjang,Sastra Lisan Asli Kab.Musi Banyuasin

SENJANG : SASTRA LISAN RAKYAT MUSI BANYUASIN

Sebagaimana daerah lain di Nusantara ini, Kabupaten Musi Banyuasin juga memiliki budaya yang khas yang membedakan dari daerah lainnya. Salah satu diantaranya budaya yang dimiliki masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin ini adalah sastra lisannya. Ada beberapa bentuk sastra lisan yang dimiliki oleh masyarakat Musi Banyuasin, yaitu Cerita Rakyat, Nyanyian Rakyat, Bahasa Berirama dan Puisi Rakyat. Puisi Rakyat juga bermacam-macam, ada yang berupa mantera dan ada pula yang berbentuk pantun. Ini semua menunjukkan kekayaan spiritual nenek moyang kite, dalam hal ini masyarakat Musi Banyuasin. Salah satu kesenian yang terkenal dikalangan masyarakat Musi Banyuasin tempo dulu yaitu kesenian Senjang.

Belum banyak tulisan yang berbicara tentang sastra rakyat Musi Banyuasin. Tulisan yang ada hanya terbatas dalam bentuk karya ilmiah berupa tugas akhir mahasiswa yang tentu saja tidak terpublikasi secara luas. Ada juga beberapa hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Sriwijaya yang bekerjasama dengan Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. Publikasinya pun amat terbatas. Makalah ini tidak akan membicarakan semua bentuk cerita rakyat itu, melainkan akan membicarakan puisi rakyatnya yang biasa disebut dengan Senjang.

Apa itu senjang

Senjang adalah salah satu bentuk media seni budaya yang menghubungkan antara orang tua dengan generasi muda atau dapat juga antara masyarakat dengan Pemerintah didalam penyampaian aspirasi yang berupa nasehat, kritik maupun penyampaian strategi ungkapan rasa gembira

Mengapa disebut Senjang

Karena antara lagu dan musik tidak saling bertemu, artinya kalau syair berlagu musik berhenti, kalau musik berbunyi orang yang bersenjang diam sehingga keduanya tidak pernah bertemu. Itulah yang disebut senjang.

Asal Usul Senjang

Kesenian senjang yang merupakan salah satu kesenian khas masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin bermula disalah satu kecamatan yang ada diwilayah Kabupaten Musi Banyuasin yaitu Kecamatan Sungai Keruh. Dikecamatan ini lah pertama kali kesenian senjang dipopulerkan, kemudian mulai dikembangkan ke Kecamatan Babat Toman antara lain Desa Mangun Jaya. Kecamatan Sanga Desa antara lain Desa Ngunang, Nganti, Sanga Desa dan terus ke Kecamatan Sekayu. Karena itu irama Senjang dari tiap-tiap Kecamatan tersebut tidak sama.

Bentuk Senjang

Bila ditinjau dari bentuknya, senjang tidak lain dari bentuk puisi yang berbentuk pantun (Talibun). Oleh sebab itu, jumlah Liriknya dalam satu bait selalu lebih dari empat baris. Satu keistimewaan dari kesenian senjang ini adalah penyajiannya yang kompleks sehingga menarik. Dikatakan kompleks karena penyajianya selalu dinyanyikan dan diiringi dengan musik. Akan tetapi, ketika pesenjang melantunkan senjangnya musik berhenti. Pesenjang biasanya menyanyi sambil menari. Ia dapat membawakan senjang itu sendirian tetapi tidak jarang pula pesenjang tampil berdua. Walaupun irama senjang ini pada umumnya monoton, tetapi juga mengajak audiens terlibat sekaligus terhibur.

Penampilan senjang tampaknya mengalami perkembangan. Pada zaman dahulu, musik pengiring senjang adalah musik tanjidor. Seiring dengan perkembangan permusikan dewasa ini, tanjidor sudah nyaris langkah digunakan, tetapi penggantinya adalah musik melayu atau organ tunggal. Pada zaman dahulu, penutur senjang biasanya menciptakan senjangnnya secara spontan, sehingga tema yang akan disampaikan disesuaikan dengan suasana yang dihadapinya. Akan tetapi, sekarang kepandaian senjang serupa itu sudah sangat langkah. Pesenjang biasanya menyiapkan senjangnya jauh hari sebelumnya. Bahkan sering terjadi pesenjang menuturkan senjangnya dengan melihat teks yang telah dipersiapkan.

Ikatan senjang juga memiliki pola tersendiri. Sebuah senjang biasanya terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama merupakan bagian pembuka. Bagian kedua merupakan isi senjang yang akan disampaikan. Bagian ketiga merupakan bagian penutup yang biasanya berisi permohonan maaf dan pamit dari pesenjang.

Bagian pembuka senjang dapat dilihat dari contoh berikut:

Coho - cabo maen gelumbang
Entahke padi entah dedak
Bemban burung pulo lalang
Untuk bahan muat keranjang
Cobo - cobo kami nak basenjang
Entahke pacak entah dak
Kepalang kami telanjur senjang
Kalu salah tolong maaf ke Coba - coba main gelombang
Entahkah padi entah dedak
Bemban burung pulau lalang
Untuk bahan membuat keranjang
Coba - coba kami ingin bersenjang
Entah bisa entah tidak
Kepalang kami telanjur senjang
Kalau salah tolong ma'afkan.

Contoh bagian isi senjang :

Kalu adek ke Palembang
Jangan lali ngunde tajur
Tajur pasang di Sekanak
Bawa batang buah Banono
Kala adek bajo linjang
Jangan sampai talanjur
Kalu rusak lagi budak
Alamat idop dak samparno Kalau adik ke Palembang
Jangan lupa membawa Tajur
Tajur pasang di Sekanak
Bawah pohon buah Banono
Kalau adik belajar pacaran
Jangan sampai terlanjur
Kalau ternoda sejak muda
Alamat hidup tidak sempurna
Contoh bagian penutup senjang:

Kalu nak pegi ke Karang Waru
Singgah tegal di Jerambah Pogok
Tengah jalan ke Rantau Kasih
Nak pegi ke dusun ulak
Kami senjang barenti dulu
Adat karena abis pakok
Kami ucapke terime kaseh
Maap ke bae kate yang salah
Kalau akan pergi ke Karang waru
Singgah sejenak di jembatan Pogok
Ditengah jalan ke Desa Rantau Kasih
Hendak pergi ke Desa Ulak
Kami bersenjang berhenti dulu
Karena habis persediaan
Kami ucapke terima kasih
Mohon Ma'af kan kata yang salah

Fungsi Senjang

Bila dilihat dari penampilan dan isi yang terdapat didalam sebuah senjang, tampak ada beberapa fungsi yang terdapat didalamnya.

Fungsi I, adalah untuk menghibur. Fungsi ini dapat dirasakan ketika senjang itu akan ditampilkan. Mengapa demikian? ini disebabkan oleh penampilan senjang selalu diiringi oleh musik yang dinamis. Musik dan penuturan senjang tampil secara bergantian. Sebelum bagian pembuka ada musik yang mengiringinya. Antara bagian pembuka dan bagian isi juga diselingi dengan musik. Antara bagian isi dan bagian penutup pun diselingi oleh musik. Pada bagian akhir musik akan muncul lagi. Walaupun irama musiknya yang itu - itu juga, penonton akan merasa terhibur.

Fungsi II adalah untuk menyampaikan nasihat (didaktis). Nasihat ini tidak hanya ditujukan kepada anak-anak, tetapi juga ditujukan kepada para remaja bahkan orang tua. Oleh sebab itu senjang sering dituturkan pada pesta keluarga seperti pesta perkawinan, khitanan dan lain-lain. Pada kesempatan ini semua keluarga baik tua maupun muda, dewasa maupun anak-anak berkumpul. Dengan demikian, semua usia tadi dapat menqikuti penuturan senjang itu. Pesan moral yang dituturkan oleh pesenjang dengan bernyanyi sambil menari itu cukup menqhibur dan tidak terkesan menggurui.

Fungsi III adalah sebagai alat kontrol sosial dan politik Fungsi ini terutama sekali terlihat ketika senjang dituturkan pada acara yang dihadiri pejabat, baik acara pemerintahan maupun acara kekeluargaan. Akan tetapi, karena format penyampaiannya selalu didahului dengan permohonan izin dan maaf dan diakhiri pula dengan permohonan pamit dan maaf. Serta diiringi dengan musik dan tari yang dilakukan pesenjang, kontrol, kritik yang disampaikan oleh pesenjang itu menjadi enak didengar, tidak membuat pihak yang dikontrol atau dikritik tersinggung. Senjang mengkritik tetapi tidak menyakiti, mengontrol tetapi tidak menghujat pihak yang dikritiknya.

Sinopsis Tari Kreasi "Ginde Menindai"

“ TARI GINDE MENINDAI “

Tari Kreasi,Koreografer:M.Nasir S.pd,Aransemen Musik :Imansyah,Romi dkk.
DARI KABUPATEN MUSI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN.

“ADALAH GAMBARAN DARI ANAK KETUA ADAT YANG SELAMA INI PINGITAN, DIA INGIN KELUAR DARI LINGKUNGANNYA UNTUK MENCARI TEMAN BERMAIN.
SETELAH MENDAPATKAN TEMAN BERMAIN,MAKA BETAPA GEMBIRA HATINYA”

Sedekah Bomi Di Kec.Plakat Tinggi Kab.Musi Banyuasin







cerita legenda di Kab.Musi Banyuasin

Sendratari
Penulis naskah : Suwandi S.H
Sutradara : Udit Ariyadi
Ast.Trada : Jeger
Nara Sumber : Aminin Trio Amigo

Dayang Resiti
“ LEGENDA DESA RANTAU KASIH “

Di Desa Bumi Ayu ( Dulu di kenal dengan Tanjung Jati ) ada seorang gadis cantik bak bulan purnama bernama Dayang Resiti,ia Adalah Anak Dari AHMAD BASURI yang di kenal dengan nama Puyang Penyage.
• Kecantikan Dayang Resiti Terkenal di sepanjang Dusun
Banyak pemuda yang mendekatinya
Berharap kelak menjadi kekasihnya
Tapi sayang Dayang Resiti Belum Melabuhkan Hatinya.
( Di isi Tarian )

• Datuk Bagindo Sugih adalah pedagang Getah Gambir/Gambo dari Toman,Dan kedua anaknya bernama Rio Cikuk dan Rio Bauk
Mereka mampir sejenak di Bumi Ayu dan bertemu Dayang Resiti.
( Di isi Tarian )

Datuk Bagindo Sugih :
Dayang Resiti,..Rio cikuk ,die anak kesayanganku,
Die nak Bekanti ngen nga ¡!
Alangke baeknye kalu kamu badue serasan ngen
Sekate same kendak..?
(Dayang Resiti menyimpan jawabannya di dalam Hati,ia tak mau menyinggung perasaan Datuk Bagindo Sugih,kalau ia sebenarnya tidak menaruh hati pada Rio Cikuk).
Rio Cikuk :
Dayang Resiti Aku Ikak Bujang dai toman
Tetambat kate dingen ayo mengalir
Kalu adek galak bekanti ngen kuyung
Ai pasti tekenang sepanjang liku sungai musi

Dayang Resiti :

Kuyung, base babiduk dingen penganyo
Kalu nak bekanti!
dak ke biduk kelebu ke sungai musi
Amon itu niat baek kuyung
Aku setuju bae

• Dengan para pemuda Dusun,Rio Cikuk Pergi ke desa Bumi Ayu untuk menemui dayang Resiti,iapun berniat untuk melamarnya.
( Di isi Tarian )

Rio Cikuk :
Saje datang beranyot ke Bumi ayu
Nak nelek Dayang Resiti
Saje betandang ngunde rasan
Nak melamar si Jantung ati

Dayang Resiti :
Kalu memang itu niat kuyung
Ade syaratnye?

Rio Cikuk :
Ape bae syaratnye Kuyung Pasti sanggup!

Dayang Resiti :
Gek pertamo,tuntutlah buah pinang sebeshok kelapo gading
Ke due,peda dagu ikan sepat setajau/sikok gentong
Ke tige,daun sirih tige lembar masing-masing selebar jelapang/tempat bersila
Ke empat,tungau semukun/semangkok
Ke lime,batang tebu menunjang langit
Ke enam,rotan sepanjang dari usun Toman ke Bumi Ayu
Ke Tujuh,kalu arak-arakan biduk bertabuh ngen permainan bola besi

Rio Cikuk :
Kalu cak itu nia syaratnye
Tunggulah beberape ari lagi
Kuyung pasti ngulang,nepati kendak Dayang Resiti
( Rio Cikuk Menyanggupi Persyaratan itu )

• Merekapun menikah dan di arak melalui sungai musi dengan tujun dari dusun Bumi Ayu ke Toman,kira-kira 6 Km dari Buni Ayu dayang Resiti minta berhenti dan naik ke darat,kemudian berkata pada Rio Cikuk :

Dayang Resiti :
Kuyung Rio Cikuk,maafke aku
Aku nyesal,..aku malu dapat laki gek cacat
Kalu tongkat buluh ku ikak ngeluoke cabang berarti kitek dak betemu lagi,tapi kalu masih nyeragi semula berarti kitek sejudu
( Pergi )
• Dayang resiti pun hilang/sirna tak berbekas sampai sekarang,tepatnya di hulunya desa Napal dan kemudian nama tempat tersebut di beri nama desa RANTAU KASIH.

RANTAU KASIH adalah Kejadian Dayang Resiti Pergi Menyesali Perkawinannya dengan Rio Cikuk.


Para pemain

• Dayang Resiti
• Datuk Bagindo Sugih
• Rio Cikuk
• Rio Bauk
• Para Pemuda Dusun
• Para Penari dengan Dayang Resiti
• Masyarakat