Legenda Limparan ngen Dayang Turik Part 2

Legenda Limparan ngen Dayang Turik Part 1.flv.Kab.Musi Banyuasin,Sanggar...

Desain Banner Festival Randik

kuyung manaf part 2.flv

kuyung manaf part 1.flv

Puyang Ramedan



SAMBUTAN

Dalam acara Festival Randik VIII Tahun 2010, Sanggar Teater Putri Cindai mempersembahkan sebuah legenda yang berjudul “ PUYANG RAMEDAN “ yang ditampilkan pada saat pembukaan acara tersebut yakni hari Selasa Tanggal 6 Juli 2010.
Puyang Ramedan adalah sebuah kisah hiroik dari Dusun Ulak Paceh yang terus dikenang dan di kenal masyarakat sebagai asal usul nama Dusun tersebut.
Tujuan ditampilkannya Drama tersebut yakni untuk mengenalkan kepada generasi penerus tentang kisah tersebut dan sebagai wujud untuk melestarikan kebudayaan asli Kabupaten Musi Banyuasin.
Adapun alasan di tampilkannya cerita legenda Puyang Ramedan karena cerita ini menarik dan patut untuk di kenang karena kebaikannya membantu negeri Palembang untuk menghadapi pertarungan sabung burung puyuh dan adu panco. Dan saya berharap pada penampilan selanjutnya makin banyak lagi cerita-cerita asli Kabupaten Musi Banyuasin ditampilkan di depan khalayak ramai yang tidak hanya berfunsi sebagai tontonan,tetapi juga sebagai perwujudan menghormati para leluhur yang telah mengharumkan nama Daerah nya.
Cerita ini sumbernya di ambil dari buku berjudul Puyang Ramedan oleh A.RIFAI ADENAN.

SINOPSIS
Ulak paceh tanah betuah
Dusun pusako puyang Ramedan
Baimpun serantau lawang wetan
Pembela setia negeri palembang

Konon lebih 200 tahun yang lalu bermukim dan berkebun seorang kakek tua yang bernama Puyang Ramedan.Siang itu ia menunggu perahu ”Kayu Agung ” yang lewat untuk meminta rokok pucuk beberapa unting,setelah beberapa lama akhirnya perahu tersebut lewat,segeralah Puyang Ramedan Meminta Rokok tersebut yang akan di gantinya dengan sayuran yang ada di kebunnya,tapi ternyata pedagang tersebut tak menerima pemberian Puyang Ramedan,dengan kecewa akhirnya kakek tua itu pergi .
Pada saat malam perahu ”Kayu Agung” tersebut di tariknya kedaratan yang bekas tarikan tersebut menjadi anak sungai ”sunangos”.setelah kejadian itu pedagang yang bernama Rohiman dan Rohimin meminta maaf dan mengangkatnya menjadi ”Ayah angkat”.
Di negeri Palembang datang Pasukan dari negeri seberang yang berniat akan mengadakan adu tanding kelak siapa yang kalah akan menjadi jajahan negeri tersebut.Raja negeri palembang akhirnya mengeluarkan pengumuman agar orang-orang sakti berkumpul ke negeri Palembang untuk melawan pertaruhan tersebut.
Rohiman dan Rohimin pun mendengar pengumuman tersebut dan segera menghadap Raja dan memberitahukan bahwa ayah angkatnya yang bernama ” Puyang Ramedan ” adalah orang yang sakti tiada tandingan,setelah itu mereka bergegas ke dusun ulak sunangos beserta perdana menteri untuk mengajak Puyang ke palembang.
Setelah di bujuk akhirnya Puyang Ramedan mau pergi dan akan melawan Pertarungan adu burung Puyuh dan adu Panco.Dengan segenap kesaktian iapun dapat mengalahkan pertarungan tersebut.setelah itu iapun pulang ke dusunnnya ulak sunangos,peristiwa itu terdengar luas sampai kemana-mana,dan akhirnya dusun tersebut di ganti dengan dusun Ulak Paceh yang di ambil dari kata pance/panco.
KOMENTAR PARA PEMAIN

Heri yanto ( Puyang Ramedan )
Ternyata menjadi sosok Puyang Ramedan itu tidak gampang, perlu banyak latihan, latihan, dan latihan. Meskipun awalnya Saya kurang percaya diri untuk memeran kan sosok Puyang Ramedan, tapi dengan berlatih dan ditambah motivasi dari pelatih kami yang tidak pernah menyerah dalam mengajari dan mendidik kami sehinnga Saya percaya diri. terima kasih buat Kak wandi dan Kak Udit, berkat kalian lah penampilan kami sukses.

Leo Harto ( Raja palembang )
Ini pengalaman sayamendepat peran sebagai Raja. Seorang itu tegas, bijaksana dan peduli terhadap rakyatnya...Saya senang sekali bisa ikut dalam pementasan Pyang Ramedan ini karena saya bisa ditonton oleh khalayak ramai apalagi ditonton oleh Bupati H. Pahri Azhari,dan pejabat-pejabat di Kabupaten MUBA.

Ariansyah ( perampok & pedagang )
Dengan mengikuti pementasan Puyang Ramedan ini yang tadi saya tidak tahu dengan legenda desa Ulah Paceh, dengan pementasan ini saya bisa tahu asal – usul Desa tersebut. Saya juga agak kesusahan dalam peran yang memakai bahasa Palembang. Namun saya tetap serius dan terus latihan. Semua itu demi Kabupaten MUBA yang saya cintai. Dan saya ucapkan banyak terima kasih buat Ibu Lucianti Pahri selaku pembina sanggar putri Cindai.

Firdaus ( pendekar Palembang )
Pendekar Palembang yang berani berkorban demi Kerajaan,,,bagi saya walau peran ini dilihat mudah namun untuk mengexpresikannya agak sulit juga...tapi apapun peran yang saya terima saya siap untuk mengexpresikannya. Terima kasih buat kak Wandi dan kak Udit.

Yuli Okta Sari ( Permaisuri Raja )
Awalnya Saya begitu sulit untuk membawakan peran permaisuri,,,sifatnya yang lembut,tutur kata nya yang halus,serta gerak geriknya yang bukan Saya banget. Tapi dengan latihan dan bimbingan dari kak Wandi dan Kak Udit, saya pun bisa memerankannya.

Fitriani ( Perdana Menteri )
Susah juga memerankan perdana menteri ini, karena saya seorang cewek harus berakting sebagai cowok...mmm...tapi saya selalu siap untuk berperan. Thanx buat Kak Wandi, Kak Udit dan semua yang telah mendukung penampilan kami.

Muhammad Ba’i ( Pengawal )
Saya sangat bangga dengan penampilan saya kali ini,ternyata kami bisa kompak dan penuh rasa kebersamaan yang begitu erat baik di tempat latihan maupun di luar latihan. Dan ini penampilan saya pertama kali yang ditonton oleh warga MUBA. Tetap semangat dan terus maju teater ku...

Ropal Torez ( perampok & pendekar negeri seberang )
Peran saya sebagai perampok sangat kejam karena melukai masyarakat, tapi itu hanya lah peran. Saya selalu siap walau berperan walau peran itu beda jauh dari sifat asli saya.

Mukti Syahputra ( Setan Merah & algojo )
Setan Merah begitu kejam, sadis, tak berprikemanusiaan. Peran setan merah ini menjadi tantangan saya sendiri. Tapi dengan latihan yang giat dan sungguh-sungguh serta dilatih dan diberi kepercayaan oleh Kak Wandi dan Kak Udit, saya pun bisa memerankan setan merah tersebut. Thans buat kakak pelatih ku.

Alma’ Arif (pedagang)
Pedagang zaman dahulu sangat susah karena harus berdangan dengan cara berlayar atau menelusuri daerah-daerah dan sering mendapat rintangan. Saya sedikit mengalami kesulitan dalam berperan karena saya harus menganggi logat bahasa saya dengan bahasa asli Palembang. Tapi akhirnya saya bisa juga,,, thans buat pelatih dan kawan-kawan ku semua.

Udit ( Sutradara )
Maju terus teaterku,....

Kak iman ( Musik )
Menyatukan drama dan musik dan adalah jiwaku,..tak ada hambatan,moga terus menjadi partner yang erat antara teater dan musik

Wandi ( Penulis Naskah & Astrada )

Pengalaman telah menempaku,..tapi kepuasan setelah menyelesikan tugas merupakan spirit baru untuk melakukan yang lebih baik lagi,..

DKM(Dewan Kesenian Kab.Musi Banyuasin) telah di Lantik

    Guna meningkatkan Kualitas, aktivitas serta kreatifitas kesenian di Kabupaten Musi Banyuasin, Bupati Musi Banyuasin H. Pahri Azhari melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Ir. Muchamad Hanafi, MM Pagi tadi Kamis (30/12/10) tepatnyan di Gedung Darma Wanita  telah mengukuhkan Pengurus Dewan Kesenian Kabupaten Musi Banyuasin dan Pengurus Dewan Kesenian Kecamatan Se-Kabupaten Musi Banyuasin Masa Bhakti 2010-2014

  Setelah dikukuhkannya, Saat ini Pengurus Dewan Kesenian Kabupaten Musi Banyuasin berjumlah 50 orang, sedangkan Pengurus Dewan Kesenian Kecamatan berjumlah 110 orang yang setiap Kecamatan terdiri dari 10 orang pengurus belum termasuk Kecamatan Pemekaran.
  Dengan dikukuhkannya Dewan Kesenian diharapkan dapat membantu tugas Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam meningkatkan aktivitas seni, kualitas seni dan budaya masyarakat serta peningkatan pengembangan dan pembinaan kreativitas seniman, ungkap Sekda Kab. Muba Ir. Muchamad Hanafi, MM.
Ia juga menambahkan dibentuknya Dewan Kesenian Ini merupakan salah satu wujud realisasi komitmen Pemereintah kabupaten Muba untuk selalu menggali,  melestarikan dan memberikan apresiasi terhadap kelestarian dan pengembangan seni budaya daerah  Kabupaten Musi Banyuasin yang merupakan salah satu aset berharga Daerah.
  M.Nasir S.Pd selaku Ketua Harian DKM,mengharapkan dukungan dari seluruh para seniman Musi Banyuasin untuk Memajukan Lagi Kesenian Daerah.

  Sementara itu Pengurus Dewan Kesenian Provinsi Sumatera Selatan Drs. Supriadi, M. Pd  dalam sambutanya mengatakan bahwa Kesenian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari setiap kegiatan. Dengan demikian untuk memajukan kesenian di Kabupaten Musi Banyuasin,
  Pengurus Dewan Kesenian Kab. Muba paling tidak harus mempunyai 3 (tiga) mitra yang sangat menunjang pelaksanaan kegiatan kesenian di Kab. Muba, diantaranya Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata yang merupakan mitra yang mempunyai program-program yang akan dilaksanakan Pengurus Dewan Kesenian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang merupakan wadah Sumber Daya Manusia,
  serta Sanggar-sanggar Kesenian yang perlu dirangkul dan diadakannya pembinaan guna peningkatan kualitas dan aktivitas kesenian di Kab. Muba seperti tari tradisional, lagu daerah dan senjang